**,"kami akan tetap menjalankan peran sebagai kontrol sosial guna mendukung terwujudnya pembangunan Musi Banyuasin yang lebih maju dan transparan."**
![]() |
| klarifikasi Pemkab Muba usai di demo GPS |
MUBA, BARRASUMSEL.Id– Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Sriwijaya (GPS) di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis, 2 April 2026, berlangsung tertib dan damai.
Sekitar 30 orang massa yang tergabung dalam GPS menyampaikan aspirasi mereka terkait sejumlah isu pengelolaan anggaran dan administrasi pemerintahan daerah. Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Ahalim, menyoroti beberapa hal penting, di antaranya dugaan kesalahan input data dalam pengadaan mesin genset, jumlah kendaraan dinas jenis SUV, serta belanja jasa tenaga ahli untuk staf khusus Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Umum Setda Musi Banyuasin, Rina Dewi Kelana, SE., M.Si., yang didampingi oleh Asisten II Setda, memberikan klarifikasi langsung di hadapan massa aksi.
Rina menjelaskan bahwa kesalahan input data pengadaan genset yang dipersoalkan merupakan human error dan telah dilakukan perbaikan sesuai prosedur yang berlaku. Terkait kendaraan dinas, ia merinci bahwa kendaraan jenis SUV yang disewa berjumlah lima unit, dengan rincian satu unit digunakan untuk menunjang kinerja Sekretaris Daerah dan empat unit lainnya untuk kepala bagian, dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Yusrizal Daud, S.Pd.I.
Sementara itu, mengenai belanja jasa tenaga ahli staf khusus Bupati, Rina menegaskan bahwa seluruh proses telah disusun dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Setda Musi Banyuasin, Alva Elan, SSTP., MPSDA, mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin selalu terbuka terhadap kritik dan saran yang bersifat konstruktif.
Setelah menerima penjelasan tersebut, pihak GPS menyatakan puas atas klarifikasi yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Meski demikian, mereka menegaskan akan tetap menjalankan peran sebagai kontrol sosial guna mendukung terwujudnya pembangunan Musi Banyuasin yang lebih maju dan transparan.
Aksi pun berakhir dengan tertib, sesuai dengan prinsip penyampaian pendapat di muka umum.(Lala)

