Notification

×

Iklan

"Dana Pribadi untuk Anak Bangsa": Wakil Ketua DPRD PALI Bikin Haru di Perpisahan SDIT & MTs Falahiyah*

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T08:29:21Z

*,"Ini bukan uang dinas, bukan uang negara. Ini bentuk tanggung jawab saya sebagai pribadi untuk anak-anak di PALI," *

firdaus Hasbullah memberikan apresiasi kepada Siswi Mts FALAHIYAH 

PALI, BARRASUMSEL.ID--Suasana haru dan bangga menyelimuti Dusun Enam, Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah SH MH, hadir langsung melepas siswa-siswi SDIT dan MTs Falahiyah angkatan IV dan VIII tahun ajaran 2025-2026.


Dengan tema _"Terima kasih untuk tawa, cerita, dan perjuangan yang telah kita lewati bersama"_, acara perpisahan itu jadi lebih dari sekadar seremoni.

foto bersama 

Dalam sambutannya, Firdaus tak hanya memberi semangat. Ia mengumumkan satu kabar yang bikin hadirin terkejut: ada siswi berprestasi yang mendapat beasiswa Rp500 ribu per bulan selama 3 tahun penuh.

Yang bikin greget? Dana itu murni dari kantong pribadinya.

"Ini bukan uang dinas, bukan uang negara. Ini bentuk tanggung jawab saya sebagai pribadi untuk anak-anak di PALI," tegas Firdaus di hadapan para siswa, guru, dan orang tua.

Langkah ini langsung disambut tepuk tangan panjang. Di tengah keterbatasan, kepedulian seperti ini jadi bukti nyata bahwa pendidikan di pelosok PALI tidak dibiarkan berjalan sendiri.

wakil ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah foto bersama dengan siswa -siswi Mts FALAHIYAH 

Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., hadir sebagai angin segar dalam wisuda kali ini. Di depan pimpinan pesantren dan Ketua Forum Pondok Pesantren PALI, politisi senior itu menegaskan bahwa DPRD siap mengawal program Bupati PALI untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an.

“Pesantren, MTs, dan Diniyah punya peran kunci. Tanpa mereka, visi Pak Bupati tidak akan jalan,” ujarnya tegas.

Firdaus pun mendorong agar APBD PALI ke depan, terutama setelah 2027, mengalokasikan anggaran khusus untuk madrasah dan pesantren dari tingkat dasar hingga Aliyah. Ia memastikan akan mengawal hal itu secara terstruktur.


Komitmen itu tak hanya sebatas wacana. Lewat dana Pokir DPRD, Firdaus berjanji memperjuangkan pembangunan ruang kelas baru di pesantren yang dipimpin Ustadz Muhammad Maryadi.  

“Minimal satu sampai dua lokal RKB harus kita wujudkan,” katanya, disambut tepuk tangan wali murid.

Sementara itu, Momen paling mengharukan terjadi saat pengumuman juara umum. Destiani, santriwati berprestasi, berdiri gemetar saat namanya disebut sebagai Juara I. Ia tak menyangka, apalagi saat Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., anggota DPRD PALI, langsung memberinya kejutan: beasiswa pendidikan.

"Pertama aku nggak percaya. Katanya aku nggak dapat, tapi ternyata juara satu. Apalagi ada Pak Firdaus yang kasih beasiswa," ujar Destiani dengan mata berkaca-kaca.

Beasiswa itu senilai Rp500 ribu per bulan selama 3 tahun penuh. "Uang ini buat tambahan biaya pondok. Insyaallah saya lanjut mondok di sini. Terima kasih Pak Firdaus, akan saya gunakan sebaik-baiknya," tambahnya.

Ditempat yang sama Pimpinan Pondok Pesantren yang dirintis Ustadz Muhammad Maryadi sejak 2006 kini menaungi 160 santri di jenjang SDIT, MTs, dan Aliyah. Berdiri di lahan 30x60 meter, bangunan pesantren yang merupakan bantuan era Kalamudin dan Heri Amalindo dinilai sudah tua dan perlu rehab total.


"Kondisinya sudah harus ditingkatkan jadi dua lantai dengan sistem dak. Alhamdulillah Pak Firdaus Hasbullah setuju membantu," ujar Ustadz Maryadi.

Masalah terbesar lain adalah krisis air bersih. Berada di dataran tinggi, pesantren kesulitan mendapatkan air tanah kecuali dengan bor dalam. Saat ini air disuplai pakai mobil tangki.

Maryadi berharap Pemda PALI bisa membantu pengadaan mobil tangki air. Selain untuk santri, fasilitas itu juga bisa dipakai warga saat kemarau atau kebakaran. "Ini untuk kemaslahatan bersama," katanya.(B4RR4)

×
Berita Terbaru Update