Notification

×

Iklan

Perang Terbuka Lawan Bandar.!! Anggota DPRD PALI Desak Polres dan BNNP Tak Hanya Razia Simbolis

Rabu, 28 Oktober 2026 | Oktober 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-28T09:36:20Z

*",Bandarnya selalu lolos. Wajar kalau di benak masyarakat muncul pertanyaan, razia ini serius atau hanya simbolis belaka ?,"*

Edy Eka Puryadi S.Sos
Anggota DPRD Kabupaten PALI 

PALI, BARRASUMSEL.ID - Peredaran narkoba di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) jadi sorotan tajam legislatif. Anggota DPRD PALI, Edy Eka Puryadi, S.Sos., menyatakan perang terhadap jaringan narkotika yang dinilai sudah mengancam masa depan Bumi Serepat Serasan.


Ia memberikan dukungan penuh kepada Polres PALI dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel yang terus gencar memberantas barang haram tersebut.


Namun, Eka memberikan catatan kritis yang tajam. Ia menegaskan pemberantasan narkoba jangan hanya berhenti pada razia seremonial dan menyasar pemakai saja.


Menurutnya, masyarakat sudah jenuh dengan pola lama yang hasilnya tidak pernah memuaskan. Setiap razia, yang kena hanya pemain kecil, sementara bandarnya selalu lolos.


"Operasi jangan musiman. Harus rutin disisir sampai ke desa-desa yang rawan. Jangan sampai generasi muda PALI rusak akibat narkoba," tegas Eka.


"Setiap razia yang kena hanya pemain kecil. Bandarnya selalu lolos. Wajar kalau di benak masyarakat muncul pertanyaan, razia ini serius atau hanya simbolis belaka?" sambungnya.


Ia menilai kondisi tersebut diperparah dengan krisis kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum saat ini. Karena itu, ia meminta agar penindakan dilakukan secara serius, konsisten, transparan dan berkelanjutan hingga ke akar jaringan, bukan sekadar formalitas di lapangan.


Meski kritis, Eka tetap mengapresiasi langkah tegas Polres PALI di bawah komando Kapolres AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., yang dinilai sigap menjaga keamanan sekaligus mempersempit ruang gerak bandar.


Ia juga mendorong agar sinergi Polres PALI dan BNNP Sumsel semakin solid, terutama dalam pemetaan wilayah rawan, pengungkapan jaringan, dan penindakan bandar berdasarkan bukti dan penyelidikan mendalam.


Ia mengingatkan perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan ke polisi. Peran masyarakat adalah kunci.


Ia mengajak pemuda, Karang Taruna, ormas, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa untuk ikut turun tangan. Mulai dari edukasi bahaya narkoba, pengawasan lingkungan, hingga berani melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.


"Para pemuda dan Karang Taruna harus ikut bergerak. Beri edukasi, jaga lingkungan kita. Jangan beri ruang satu inci pun bagi bandar narkoba untuk merusak masa depan anak-anak kita," pungkasnya. (B4RR4)

×
Berita Terbaru Update