Notification

×

Iklan


 

Persoalan Sampah Tak Kunjung Selesai, DLH PALI Dinilai Abai Terhadap Lingkungan ‎

Kamis, 05 Februari 2026 | Februari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-05T09:26:50Z

 

foto tumpukan sampah di badan jalan area TPA Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulya Pali.selasa.(03/02/26)

‎PALI, BARRASUMSEL.Id- Polemik kebersihan lingkungan menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto, dirakornas pemerintah pusat dan daerah yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 2 februari 2026, Pada sambutannya presiden berencana akan melaunching gerakan indonesia ASRI ( Aman, Sehat, Resik, Indah ).

‎Terpantau di saluran YouTube yang beredar luas presiden Prabowo menyinggung Provinsi dan kabupaten/kota di Bali, Ia Menyampaikan keluhan sahabat nya di luar negeri bahwa pantai Yang ada di Bali khususnya pantai Kuta di penuhi sampah.

‎Dikutip dari media online liputan6.com pada hari selasa tanggal 3  Februari tahun 2026, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, memberikan peringatan kepada kepala daerah yang abai terhadap persoalan lingkungan hidup seperti tata kelola sampah.

‎Tak main-main, adik dari Presiden Prabowo Subianto tersebut mengancam bakal memberikan hukuman pidana kepada mereka yang tidak taat aturan

‎Pasalnya, Hashim jengah melihat persoalan sampah tidak kunjung kelar sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dikeluarkan.

‎"Pemerintah sungguh-sungguh untuk menjaga lingkungan hidup, akan menerapkan undang-undang mengenai sampah, yang sudah diundangkan di 2008 ternyata, tapi kurang dilaksanakan," seru dia dalam ESG Sustainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

‎Terpisah, Begitupun di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) persoalan sampah yang tak pernah kunjung selesai, bahkan akhir-akhir ini sampah menumpuk di mana-mana di badan jalan area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Simpang Bandara di Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi.

‎Sampah tersebut dibuang ke badan jalan, tanpa di masuk secara langsung ke dalam TPA tersebut. Sementara terdapat satu alat berat yang tidak beroperasi selama dua minggu. 

‎Menurut salah seorang pengepul, Joni, Ditemui di lokasi TPA, mengatakan sampah yang menumpuk di badan jalan sudah hampir dua minggu. 

‎"Seperti ini sengaja, biasanya dua sampai tiga hari sampah itu di dorong ke dalam. Sudah dua minggu ini alat berat tidak bergerak," ujar Joni, Selasa (3/2/2026). 

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Aryansyah menyebut, pihaknya mengalami kekurangan armada alat berat dalam penanganan sampah tersebut. 

‎Ia mengaku saat ini alat berat berupa excavator yang berada di TPA sudah kewalahan dalam penanganan sampah. 

‎"Terkait dengan tumpukan sampah, memang volume sampah yang masuk ke TPA meningkat sehingga alat berat yang digunakan untuk mengelola sampah saat ini di TPA hanya excavator sudah kewalahan," ujar Aryansyah, saat dikonfirmasi oleh wartawan.

‎Dalam mengatasi tumpukan sampah tersebut, kata Aryansyah, Pihaknya sudah meminta bantuan alat berat berupa bulldozer ke Pertamina Field Pendopo. 

‎"Tindakan cepat yang kita lakukan adalah sudah meminta bantuan ke Pertamina Field Pendopo untuk meminjamkan 1 unit bulldozer sehingga nanti sampah bisa di dorong untuk dipadatkan," katanya. 

‎"Saat ini di TPA kita hanya dilengkapi 1 Alat excavator, dengan datangnya bantuan pinjaman alat dari pertamina nantinya bisa membantu untuk pergerakan penanganan sampah," tandasnya. (B4RR4/Tim )

×
Berita Terbaru Update