**,"kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan ikan terbanyak, melainkan tentang mempererat solidaritas antar insan pers di Bumi Serepat Serasan."**
![]() |
| Lomba mancing peringatan hari pers dunia |
PALI, BARRASUMSEL .ID– Suasana hangat, penuh kebersamaan, dan keceriaan terpancar dari gelaran lomba mancing yang diinisiasi Ikatan Wartawan Online (IWO) PALI dalam rangka memperingati Hari Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Kolam Pemancingan Mang Dede, kawasan Lembah Golf, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/5/2026).
Dari pantauan di lokasi, deretan peserta duduk berjejer di tepi kolam, bak barisan penulis yang tengah “memancing inspirasi” dari alam. Di bawah naungan atap sederhana, puluhan wartawan tampak serius menatap pelampung, seolah membaca tanda-tanda kecil dari semesta. Sesekali, sorak sorai pecah saat ikan berhasil ditarik ke permukaan—mengguncang sunyi yang sebelumnya menggantung di udara.
Ditambah lagi undian doorprize yang diundi panitia, menambah semarak perlombaan. Hadiah berupa beras, gula, mi instan, minyak goreng. Tidak hanya itu, ikan terberat, ikan terbanyak, ikan terkecil akan mendapat hadiah uang tunai.
Di sisi lain, beberapa peserta terlihat santai bercengkerama, menjadikan lomba ini bukan sekadar adu keberuntungan, tetapi juga ruang merajut silaturahmi. Dua peserta perempuan di tepian kolam tampak berbagi cerita sambil memegang joran, menggambarkan bahwa kehangatan acara ini mengalir seperti air yang tak pernah memilih arah.
Ketua IWO PALI, Mang Dede, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan ikan terbanyak, melainkan tentang mempererat solidaritas antar insan pers di Bumi Serepat Serasan.
“Lomba ini ibarat jembatan yang menghubungkan hati para wartawan. Kita mungkin berbeda organisasi, tapi di sini kita duduk sejajar, melempar kail yang sama, dan menikmati suasana yang sama,” ujar Mang Dede.
Ia menambahkan, momentum Hari Pers Sedunia menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat dari rutinitas jurnalistik yang padat, sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Biasanya kita berburu berita, hari ini kita berburu ikan. Tapi esensinya sama—butuh kesabaran, ketelitian, dan rasa kebersamaan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi tradisi positif bagi insan pers di PALI,” tambahnya.
Antusiasme peserta pun menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana seperti ini mampu menghadirkan makna besar. Di balik kail dan umpan, tersimpan pesan bahwa pers bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kolaborasi.
Lomba mancing ini pun menjadi potret bahwa di tengah derasnya arus informasi, para wartawan tetap membutuhkan ruang untuk tertawa bersama, menjadi manusia, sebelum kembali menjadi penyampai kabar. (B4RR4/Red)

