Notification

×

Iklan

Angkutan Batu Bara Lalu Lalangi Simpang Raja, Warga Keluhkan Minim Kontribusi

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-03T05:04:14Z

**,' Tapi sekarang sudah masuk hari keenam, tidak ada realisasi dari pihak pimpinan PT BSE. Artinya, mereka tidak menepati janji yang sudah disepakati,”**

puluhan mobil dumtruck di stop warga simpang raja.

PALI, BARRASUMSEL.Id– Puluhan warga Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi,Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengeluhkan aktivitas mobil angkutan batu bara yang melintas di jalan umum tanpa adanya kontribusi kepada masyarakat setempat. Jumat.(03/04/26)


Keluhan ini mencuat dalam aksi penyetopan kendaraan yang dilakukan warga di kawasan Simpang 4, Simpang Raja, dalam lima hari terakhir.


Aksi tersebut berlangsung pada malam hari, di mana warga secara langsung menghentikan truk-truk pengangkut batu bara yang melintasi jalan umum. Mereka menilai aktivitas tersebut telah meresahkan serta tidak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


Saparudin, salah satu warga Simpang Raja, saat diwawancarai sejumlah awak media di lokasi aksi, menyampaikan tuntutan warga kepada pihak perusahaan, PT.Bintang Sukses Energi (BSE).


“Kami mempertanyakan siapa yang memberikan izin kepada PT BSE sehingga angkutan batu bara bisa melintas di jalan umum, khususnya di Simpang 4 Simpang Raja ini,” ujarnya.Kamis.(02/04/26) malam


Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihak perusahaan telah berjanji akan memberikan komitmen dan kontribusi kepada warga setempat terkait aktivitas angkutan tersebut. Namun, menurutnya, janji tersebut tidak ditepati.


“Awalnya ada kesepakatan dengan warga bahwa akan ada kontribusi sebelum lima hari yang lalu. Tapi sekarang sudah masuk hari keenam, tidak ada realisasi dari pihak pimpinan PT BSE. Artinya, mereka tidak menepati janji yang sudah disepakati,” tegasnya.


Warga berharap pihak pimpinan PT BSE dapat segera menemui masyarakat Simpang Raja untuk berdialog secara langsung. Mereka ingin menyampaikan berbagai keluhan dan mencari solusi bersama terkait aktivitas angkutan batu bara yang melintas di wilayah mereka.


“Kami berharap ada pertemuan langsung dengan pihak perusahaan, agar kami bisa menyampaikan semua keluhan dan mencari jalan keluar yang baik,” tutup Saparudin.(B4RR4/red)

×
Berita Terbaru Update